Login

Hak Pelapor dan Terlapor

 

Hak Pelapor dan Terlapor

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 076 / KMA / SK / VI / 2009 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan Di Lingkungan Badan Peradilan, 
bahwa : 

            -    Pelapor adalah Individu atau Kelompok atau Instansi yang menyampaikan Pengaduan Kepada 
                 Lembaga Peradilan.
            -    Terlapor adalah Aparat atau Unit Kerja Pada Lembaga Pengadilan yang Diduga
                 Melakukan Penyalahgunaan Wewenang, Penyimpangan atau Pelanggaran Perilaku.


Hak Pelapor :

           -    Mendapatkan Perlindungan Kerahasiaan Identitasnya;
           -    Mendapatkan Kesempatan Untuk Dapat Memberikan Keterangan Secara Bebas Tanpa Paksaan Dari
                Pihak Manapun;
           -   
Mendapatkan Informasi Mengenai Tahapan Laporan Pengaduan yang Didaftarkannya;
           -    Mendapatkan Perlakuan yang Sama dan Setara Dengan Terlapor Dalam Pemeriksaan.


Hak Terlapor :

          -    Membuktikan Bahwa Dia Tidak Bersalah Dengan Mengajukan Saksi dan Alat Bukti yang Lain.
          -    Meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Dirinya.


Hak Mahkamah Agung RI Dan Badan Peradilan :

          -    Merahasiakan Kesimpulan dan Rekomendasi Laporan Pemeriksaan Kepada Pihak Terlapor, Pelapor,
               dan Pihak - Pihak Lain Selain Kepada Pejabat yang Berwenang Mengambil Keputusan.
          -   
Menentukan Jangka Waktu yang Memadai Untuk Menangani Suatu Pengaduan Berdasarkan Tingkat
               Kesulitan Penanganan Dalam Hal Jangka Waktu yang Ditetapkan.